Showing posts with label sharing is caring. Show all posts
Showing posts with label sharing is caring. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Thumuhat Tarbawiyah

" Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan".
(QS. Al Ahzab: 23)

Suasana Perang Ahzab begitu mencekam lantaran rasa lapar dan dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Persoalannya ditambah lagi dengan pengepungan orang-orang kafir beserta antek-anteknya. Namun rasa suka dan gembira tetap terbesit di wajah Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Terpancar dari raut wajah mereka perasaan optimis yang besar untuk menyambut kemenangan.

Ketika beliau bersama para sahabat menggali parit, terdapat bongkahan batu yang keras sehingga mereka menyerahkannya pada Rasulullah SAW. Beliau pun memecahkan batu tersebut dengan palu godamnya. Pukulan Rasulullah SAW. memercikkan api. Waktu itu beliau mengucapkan Subhanallah. Kejadian itupun berulang lagi hingga tiga kali. Hal ini menakjubkan para sahabat.

Kemudian Rasulullah SAW. menceritakan bahwa tatkala muncul percikan api, terpancar gambaran istana Persia disusul dengan istana Romawi dan selanjutnya istana Mauqaqis. Beliau mengatakan sebentar lagi istana Persia menjadi milik kita, istana Romawi akan kita taklukan dan istana Mauqaqis akan kita miliki. Pernyataan tersebut disambut dengan ucapan gembira dari para sahabat, Allahu akbar wa lillahilhamd.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, betapa Rasulullah SAW. telah mendidik para sahabatnya untuk berjiwa besar. Dengan jiwa besar, mereka mampu membangun obsesi meski dalam keadaan lapar, dingin, terkepung dan mencekam. Inilah thumuhat dakwah dan tarbawiyah (obsesi dakwah dan tarbiyah). Obsesi yang luar biasa. Tidak pernah terbayangkan oleh pikiran banyak orang ketika itu. Keadaan yang mencekam, lapar yang menggeliat, dingin yang menusuk. Namun keyakinan akan memperoleh kemenangan selalu bersama mereka. Kemenangan yang akan datang segera atau kemudian.

Perwujudan obsesi bisa datang dalam waktu yang relatif singkat dapat juga hadir di waktu mendatang. Malah realisasi dari sebuah obsesi sering tidak di cicipi oleh si pemiliknya. Memang terkadang obsesi lebih panjang dari pikiran orang bahkan ia lebih panjang dari usia manusia itu sendiri. Meski demikian obsesi selalu ada dalam dinamika kehidupan manusia, karena ia bagian dari tabiat manusia.

Keinginan-keinginan besar menjadi sebuah tabiat manusia sejak ada di muka bumi. Sejak lama kita mendengar ada ungkapan ingin memiliki dunia ini. Ada pula yang ingin hidup seribu tahun lamanya. Juga ada yang ingin bermegah-megah di muka bumi dengan segala kemewahan nya. Ada pula yang ingin menguasai kerajaan langit dan bumi dan masih banyak lagi keinginan besar lainnya. Keinginan besar ini sering pula mengarah pada hal-hal negatif namun tidak sedikit juga pada hal-hal positif. Keinginan besar yang bernilai negatif dinamakan thama’ (tamak, rakus), sedangkan keinginan besar yang bernilai positif dinamakan thumuh (obsesi).

Sifat ini merupakan bagian dari kehidupan manusia maka semua kader semestinya juga memiliki obsesi yang besar, meskipun dalam kondisi yang serba minim sarana dan prasarana. Akan tetapi satu hal yang tidak boleh terabaikan adalah bahwa obsesi ini mesti bersandar kepada karunia dan kebaikan Allah SWT. sehingga Dia menganugerahkan kepada orang-orang mukmin sesuatu yang mahal nilainya. Yakni kecerdasan imaniyah (Dzaka imany) untuk mewujudkan keinginan-keinginan besar itu. Kecerdasan imaniyah ini perlu ditopang dengan :

1. Dzaka Syu’ury (kecerdasan emosional)

Kecerdasan emosional yang dimaksud adalah kemampuan mengendalikan emosi hingga tidak mudah goyah ataupun patah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Rasulullah SAW. bersabda: " Orang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan berbuat untuk hari esok. (HR. Muslim).

Emosional terkadang cenderung mengikuti suasana yang terjadi di sekitarnya. Bahkan acap kali menggelembung histeris mengikuti irama sekelilingnya, sehingga berpotensi tidak dapat dikendalikan. Emosional yang tidak terkendali dapat mengakibatkan tumpulnya akal jernih. Dampaknya adalah muncul kepanikan sehingga kehilangan jalan solusi atas persoalan yang sedang dihadapi.

Nabi Musa as. pernah mengalaminya, ketika tiba di kampung halamannya sepulang dari negeri lain. Didapati kaumnya kembali pada perilaku yang menyimpang dari ajaran yang telah disampaikannya. Melihat kenyataan ini Nabi Musa as. sangat emosional. Nabi Musa as. menjambak jenggot Nabi Harun as. sambil marah-marah kepadanya dan melempar-lempar lembaran Taurat yang digenggamnya. Akan tetapi ketika emosinya mulai mereda Nabi Musa mengambil kembali lembaran-lembaran Taurat yang berceceran itu. (QS. Al ‘Araf: 150 - 153)

Islam mengajarkan pemeluknya untuk mencerdaskan emosi. Emosi yang cerdas memberikan manfaat besar bagi si empunya. Daya pandang yang jernih, melihat persoalan dengan pandangan jauh ke depan serta jelas dan terangnya solusi yang harus diambil. Pencapaian obsesi diperlukan juga kecerdasan emosional agar fukos-fukos sasaran yang hendak diraih dihadapi dengan perasaan dan jiwa yang tenang. Para ulama menyebutnya hal ini sebagai indera keenam, yaitu firasat mukmin. "Takutlah kamu pada firasat orang mu’min karena mereka melihat dengan cahaya Allah". (HR. An Nasa’i)

2. Dzaka Fikry (kecerdasan intelektual)

Umat Islam dibekali Allah SWT. intelektual yang cerdas. Di antaranya daya ingat yang tajam, sistematika dalam berpikir dan merumuskan persoalan, menyikapi persoalan secara simpel dan lain sebagainya, seperti kemampuan umat Islam menghafal Al Qur’an dan Hadits serta rumusan berpikir dalam ilmu mantiq.

Keistimewaan ini karena kasih sayang Allah SWT. pada orang-orang mukmin. Keimanan yang bersemayam dalam dada mukmin menghantarkan mereka memiliki kecerdasan intelektual. Rasul SAW. memberikan indikator orang yang cerdas intelektualnya adalah Konsentrasi pada satu titik yang jelas, berpikir cerdas sehingga tidak mudah tertipu dan selalu dalam keadaan siap siaga.

"Apabila cahaya Islam telah masuk ke dalam hati maka hati akan menjadi terang dan lapang. Para sahabat bertanya: apa tanda-tandanya ya Rasulullah?. Beliau menjawab: Kembali kepada negeri yang abadi, jauh dari tipu daya dan mempersiapkan kematian sebelum datangnya kematian". (H.R. Thabari).

Kecerdasan intelektual juga akan memberikan jalan keluar ketika menghadapi kondisi sulit. Bentuknya dapat berupa alternatif pemecahan yang beragam, menaklukkannya melalui cara yang ringan dan lain sebagainya.

Abu Bakar as. pun pernah mengalami hal yang sama ketika menyertai perjalanan hijrah Rasulullah SAW. ke Madinah. Pertengahan perjalanan Abu Bakar as. berjumpa dengan peserta sayembara pembunuhan terhadap Rasulullah SAW. Abu Bakar as. ditanya: Siapakah orang yang berada di depanmu itu?. Abu Bakar as. menjawab: Huwal Hadi (dia petunjuk jalanku). Petunjuk jalan yang dimaksud Abu Bakar as. adalah yang menunjuki jalan dari jalan kegelapan jahiliyah kepada jalan terang benderang Islam. Sedangkan orang kafir mengira orang yang di depan Abu Bakar as. adalah guiding perjalanan.

Kecerdasan intelektual memunculkan rumusan yang aplikatif untuk mewujudkan sebuah obsesi. Karenanya peran kecerdasan intelektual sangat berarti terhadap pencapaian obsesi.

3. Dzaka Jismy (kecerdasan fisikal)

Amal Islam lebih banyak dari pada waktu yang tersedia dan sedikit orang yang dapat memikulnya. Banyaknya amal dalam Islam memerlukan orang yang siap dan mampu menunaikannya. Di antara kriterianya adalah mereka yang memiliki kecerdasan fisikal. Maksudnya adalah mereka yang mempunyai tubuh yang kuat dan sehat.

Tidak sedikit tugas dan tanggung jawab dalam Islam akan terlaksana dengan baik bila dilakukan oleh badan yang sehat dan kuat. Misalnya saja dalam beribadah, akan terasa nikmat dalam menjalankan ibadah apabila kondisi badan dalam keadaan sehat. Akan tetapi bila kondisi tubuh menurun apalagi sakit, pelaksanaan ibadah sering mengalami ketidaksempurnaan.

Hasan Al Banna sangat perhatian dalam masalah kekuatan dan kesehatan badan untuk mencapai kecerdasan fisikal ini. Perhatian beliau baik yang bersifat ajakan, pencegahan dan pemeriksaan. Kita dapat jumpai pandangan beliau dalam wajibatul akh (kewajiban al akh) di Majmu’atur Rasail.

Orang yang sehat dan kuat berpeluang menunaikan tugas dan kewajiban dengan baik. Bahkan dapat melaksanakannya secara optimal untuk mencapai afdholiyatul amal. Ia akan dapat menyelesaikan tugasnya, sanggup pula membantu tugas orang lain serta mampu memberikan kontribusi bagi banyak orang. Pantas bila Allah SWT. lebih menyukai mukmin yang sehat dan kuat dari pada mukmin yang lemah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah meskipun keduanya dalam keadaan baik". (HR. Muslim)

Fisikal yang cerdas juga menentukan keberhasilan pencapaian obsesi. Ia akan dapat mengukur sejauh mana dan seberapa besar kemampuan diri untuk merealisasikannya. Tidak kalah penting juga ia dapat menilai kemampuan dirinya untuk menghadapi berbagai kendala.

4. Dzaka Amaly (kecerdasan operasional)

Kecerdasan operasional merupakan sikap tanggap dan cepat dalam merespon sesuatu dengan tindakan yang nyata. Sikap inilah yang mendorong seseorang untuk terdepan dalam beramal. Tidak menunda-nundanya hingga hilang kesempatan untuk menjadi pionir.

Ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk selalu menjadi yang terdepan. Baik dalam beribadah kepada Allah SWT. juga dalam bermuamalah antar manusia seperti shalat, bersedekah, beramal shalih, bergotong royong ataupun yang lainnya.

Demikian juga dalam kehidupan Rasulullah SAW banyak kita temukan riwayat tentang kesegeraan beliau untuk menunaikan sesuatu dengan cepat. Dalam suatu riwayat, sesudah shalat Rasulullah SAW. pernah segera berdiri lalu melangkahi orang lain kemudian masuk ke salah satu bilik istrinya. Para sahabat juga heran dengan kejadian ini. Tidak lama kemudian beliau segera kembali ke tempat semula, sesudah itu beliau ceritakan bahwa dia tadi teringat ada emas yang harus segera dibagi-bagikan. Maka beliau perintahkan istrinya untuk secepat mungkin membagi-bagikan emas tersebut.

Rasulullah SAW. bersabda: "Bersegeralah kalian beramal shalih sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita". (HR. Muslim)

Kecerdasan operasional membentuk si pemiliknya untuk segera berbuat sebelum orang lain sempat berpikir. Melalui hal ini obsesi akan relatif cepat untuk tercapai.

5. Dzaka Ijtima’iy (kecerdasan sosial)

Kehidupan manusia tidak dapat memutuskan ketergantungannya dengan pihak lain. Satu dengan yang lainnya saling memerlukan. Oleh karenanya manusia diperintahkan untuk berinteraksi dengan sesama agar berbagai kelemahan dan kekurangannya dapat saling ditopang dengan berbagai kelebihan pihak lain.

Dengan banyak bergaul kita akan menemukan potensi-potensi yang tidak ada pada diri kita. Juga dapat menemukan peluang-peluang besar untuk menutupi segala kekurangan yang ada. Dari sanalah kita mendapatkan manfaat, kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang besar untuk menunjang kelemahan yang kita miliki.

Rasulullah SAW. bersabda: "Mukmin yang bergaul dengan banyak orang lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul apabila dia bersabar". (HR. Muslim)

Mewujudkan obsesi terkadang kita dibantu potensi orang lain. Bahkan kita hanya merangkai kelebihan-kelebihan orang lain untuk mencapai obsesi yang kita canangkan.

6. Dzaka Tanzhimy (kecerdasan struktural)

Apabila kita memahami bahwa setiap orang membutuhkan orang lain maka segala peran yang diberikannya akan sangat bermakna bila dikokohkan oleh pihak lainnya.

Sebuah bangunan terdiri dari berbagai macam komponen, ada yang besar namun ada pula yang kecil. Semua komponen itu saling mengaitkan dengan komponen lainnya. Masing-masing fungsi dan peran yang diberikan tidak dapat dianggap sebelah mata. Posisi masing-masing elemen tidak dapat dilebih-lebihkan dengan yang lainnya. Mungkin saja komponen yang besar akan berarti bila ditopang oleh komponen yang kecil begitu juga sebaliknya.

Menyikapi persoalan ini dengan sikap yang arif bahwa kehadiran dirinya tidak akan sempurna malah mungkin tidak akan berhasil tanpa kesertaan orang lain. Peran serta ini diwujudkan dengan keyakinan bahwa potensi dirinya akan berguna bagi orang lain. Dengan begitu setiap orang menyadari bahwa ia harus berada pada posisinya masing-masing untuk keberhasilan sebuah obsesi.

Rasulullah SAW. bersabda: "Prajurit yang baik jika ditempatkan di bagian logistik dia akan tetap berada tempatnya, jika ditempatkan di garis depan dia akan berada di garis depan" (HR. Abu Daud)

Kiat-kiat Meraih Kecerdasan

Meraih kecerdasan imaniyah perlu kerja keras sehingga ia akan merefleksikan segala thumuhat kita. Adapun kiat-kiat mencapai hal itu sebagai berikut:

1. Latihan yang banyak.
Berusahalah untuk banyak latihan dalam segala hal terutama pada kemampuan diri untuk meraih kecerdasan. Latihan yang sering akan memperhalus dan mempertajam kemampuan yang kita miliki.

2. Belajar dari orang lain.
Janganlah sungkan untuk belajar pada dan dari orang lain. Pengalaman orang lain dapat menjadi masukan bagi kita. Malah orang lain bisa menjadi cermin agar kita bisa mematut diri dari pengalaman mereka.

3. Mencoba sesuatu yang baru untuk meraih pengalaman.
Berusahalah untuk mencoba sesuatu yang baru. Kreativitas sering kali memberikan banyak jalan untuk mencapai keinginan-keinginan.

4. Meyakini pertolongan Allah SWT.
Tidak boleh dilupakan bahwa semua aktifitas kita akhirnya berpulang pada pertolongan dan kehendak Allah SWT. Oleh karena itu yakinlah bahwa Dia akan memudahkan kita meraih thumuhat maka berdoalah kepada-Nya agar keinginan-keinginan tersebut dapat terealisir.

Semoga Allah SWT. memudahkan jalan bagi kita meraih Thumuhat Tarbawiyah. Semoga sukses.


cp from : PKS

Friday, November 12, 2010

Dunia Taghut !

DAERAH BARU

Daerah itu tidak pernah hilang dari fikiran ku, apatah lagi rasa hati yang tidak pernah aman saat aku berjauhan dengan daerah yang sekangkang kera itu. Saat insan lain mengatakan daerah itu tidak punya apa-apa. Aku hanya mampu menyerahkan segalanya pada yang Esa. Usahaku kerana Allah semata.

Mutarabbiku, engkaulah pewaris dakwah ini. Hanya engkau yang mampu ku usahakan untuk daerah itu..selamat berjuang wahai mutarabbiku. Allah always be with you! Uhibbuki fillah !! Moga tsabat dijalan ini !

Kini aku berada di daerah baru. Daerah yang mungkin sekali sukar bagiku untuk bergerak ke sana dan ke mari, ini semua dek kerana tempangnya aku ( baca: tiada lesen memandu) . Alam ku kini juga mengalami transformasi ke dunia baru. ‘Dunia taghut! ’ . Ya ! inilah duniaku.. medan dakwahku. Sungguhpun aku masih di himpit sistem taghut Teringat kata-kata seorang staff berkenaan seorang pegawai atasan yang sering menunaikan solat dhuha. Kamu tahu apa bicara mereka ??

“ kerajaan tak bayar kita untuk solat ! Asyik-asyik solat!! ”

Hatiku hanya mampu beristighfar saat medengar kata-katanya. Astaghfirullah hal a’zim. Inilah yang berlaku bila mana taghut yang memerintah dunia. Ingin saja aku mencantas kata-kata mereka. Namun, aku diamkan sahaja dek kerana lemahnya imanku saat itu. Hilang yakinku untuk berhujah.Tidak mampu berkata-kata dan terusan mendengar ghibbah penambah dosa.

Aku berazam untuk menghapuskan sistem taghut ini di daerah baru. Apatah lagi jahiliah itu tidak pernah kenal erti rehat. Kufar ligat memikir cara terbaik menghapuskan islam . dan kita ?? masih lagi leka dek dunia. Masih bodoh memkirkan hal remeh temeh. Hanya segelintir daripada kita yang aktif memikirkan cara membangkitkan kembali islam sebenar. Bukan sekadar berfikir malah bertindak pantas melaksanakannya dengan penuh himmah. Kini, staff-staff disekeliling menjadi mad’u ku. Pegawai atasan juga menjadi perhatianku. Mataku seringkali terfokus kepada seorang Pegawai atasan yang beruban dan berjanggut tipis. Sesekali hatiku memberontak saat melihat kelibatnya.

“ Doktor ! bebaskan aku ! Apa kau sanggup melihat aku berpakaian sedemikian rupa ? bebaskan aku ! Dimana sensivitimu terhadap islam? Ummah ? Aku melihat kamu beribadah sepanjang masa. Bagaimana dengan dakwah ?? cukupkah ia sebagai bekalanmu kelak ?? ”

Hati da’i mana yang tidak sedih melihat ummah dalam kejahilan.

Tuhan, maafkan diriku. Seringkali menganggap insan yang beruban dan berjanggut tipis itu ibarat pejuang di jalan-Mu. Entah dari mana aku rasakan aura itu. Dirinya seakan memahamiku. Namun, jauh sekali untuk menghapuskan sistem taghut ini. Mungkin sekali dia sedang berusaha dalam diamnya, mungkin sekali dia punya method sendiri untuk berdakwah dan berhujah , mungkin sekali dia sudah meninggalkan dakwahmu, mungkin juga telah hilang rasa mampu untuk berdakwah dan hanya menjadi ketua ibadah. Lihatkan kebenaran ini Tuhan! Aku adalah da’iyah.. izinkan dia mengenali diriku sebenar Tuhan. Tuhan, bukankah dia antara insan yang mampu untuk meminda segala sistem di daerah ini ? Tunjukkan jalan kebenaran ini padanya Tuhanku. Ku serahkan segalanya padamu Tuhan..

Tuhan, jauhkan aku dari sebrang buruk sangka dan rasa ingin memberontak. Aku hanya ingin bebas dari taghut..

Aduh! Maafkan aku ya pembaca sekalian. Aku tidak sengaja meluah perasaan. Aku ingin berbicara tentang sesuatu yang aku sendiri keliru. Mohon kerjasama kalian untuk menapis segala penyampaian ku.


Sedihku jauh dari-Mu

Sedih hatiku melihat jahiliah memenuhi setiap ruang yang ada. Sesekali aku terpaksa akur dengan perintah taghut. Aku terpaksa tunduk kepada manusia hina. Ini realiti ! orang islam yang kebanyakannya berjiwa taghut! Bicara mereka dusta belaka.

Siapa yang bersalah saat aku tak berdaya menegakkan al-haq ?? Tiada guna menyalahkan orang lain biarpun mereka yang sememangnya harusku salahkan dek kerana keengganan mereka untuk menegakkan al-haq telah membawaku pergi bersama kemalasan dan arahan jahil mereka. Semakin hari.. aku semakin jauh dari Tuhanku.

Sedikit demi sedikit aku mulai hilang pertimbangan, aku keliru dalam mengatur urusan. Jadual harianku kian berubah, solatku kerap kali tertunda, qiamku apatah lagi.

Laki-laki di sini bicaranya seringkali blue-blue(baca : lucah) . kadangkala aku tersentap dengan ayat-ayat yang digunakan.Beberapa hari yang lepas,aku ditugaskan untuk belajar cara mengambil darah. Ketika di lokasi pengambilan sampel darah..yang diketuai oleh seorang pegawai (lelaki ), aku dan beberapa orang pembantu yang juga lelaki.

“ boss ! kitorang nk ambik darah kat sini.. kalau boleh.., dengan ‘dara’ skali kitorang nak ambik .” kata seorang lelaki yang bersama denganku . Benar-benar disebelahku!

Aku terkejut. Kerap kali rasa ingin menangis. Aku sedih. Hatiku semakin sesak dan sebak. Jantungku berdegup kencang. Takut yang dirasai membuatkan aku hilang fokus terhadap urusan ku .Hari semakin kelam. Aku mulai rasa tidak selamat bersama dengan mereka. Bila mana perasaanku mulai haru-biru , sepantas cahaya aku kembali mengingati Allah yang Esa. Hanya Allah bisa menyelamatkan aku. Teringat kembali pesanan Murabbiahku ,

“ Dik, awak kena pandai jaga diri..”

Keingkaran dan mungkar yang mereka lakukan benar-benar membuatkan aku merasa dosa. Jiwaku meronta mencari aman. Dan rasa ini telah menimbulkan rasa ingin sekali bersama-Nya. Ingin sekali bersama akhwat yang seringkali mengingatkan aku pada-Nya. Aku ingin bersama-Mu Tuhan …

Izinkan aku merasai nikmat yang telah hilang itu Tuhan (T.T)

Aku yang bersalah bila mana taghut ligat menghancurkan islam.


Fahamilah aku

Buatmu akhwat yang mengenali diriku.. ketahuilah bahawa bukan inginku berpakaian kurang enak. Mahu tidak mahu. Aku terpaksa akur dengan peraturan ini! Aku benci begini! Namun, inilah yang membuatkan aku bertambah erat dengan Allah. Tawakalku hanya pada Allah, bicaraku hanyalah dakwah, aku berhati-hati dengan setiap tindak tandukku. Kerana dakwah aku di sini. Aku ingin mereka ( lelaki blue-blue) itu melihat aku sebagai muslimah biarpun pakaianku benar-benar hodoh ( baca : tidak mengikut syariat ) .

Moga Allah hapuskan segala penilaian taghut itu!

Don’t judge a book by its cover!!

Akhwatku, bersihkan fikiranmu.. bersihkan segala sangkaan mu.. fahamilah aku.


*p/s : Maaf lama x update. Saya sendiri sudah sukar untuk blogging etc memandangkan saya sudah tidak punya keupayaan untuk online ditambah pula beban kerja yang memerlukan saya bersedia 24jam X 7 hari . Syukur Allah masih ada untuk saya hubungi. Online dengan Tuhan ! J

Thursday, September 2, 2010

Kerana Kasihkan Umatnya...



Kerana Kasihkan Umatnya, Rasulullah S.A.W Banyak Menangis di Padang Masyar


Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzahim daripada Abbas r.a, bapa saudara Rasulullah s.a.w, dari Rasulullah s.a.w telah bersabda, yang bermaksud:

Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi-nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur, mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata: Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah Taala serta dibenarkan oleh para rasul.

Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad s.a.w. Jibril a.s akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. Israfil pula datang dengan membawa bersama bendera dan mahkota. Izrail pula datang dengan membawa bersamanya pakaian-pakaian syurga.

Jibril a.s akan menyeru:

Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad s.a.w?

Bumi akan berkata:

Sesungguhnya, Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran, tanda dan gunung-ganangku. Aku tidak tahu di mana kubur Muhammad s.a.w.

Rasulullah s.a.w bersabda:

Lalu diangkatkan tiang-tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammad s.a.w ke awan langit. Maka, empat malaikat berada di atas kubur.

Israfil bersuara:

Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!

Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula, kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah s.a.w berdiri, Baginda s.a.w telah membuang tanah di atas kepala dan janggut Baginda s.a.w. Baginda s.a.w melihat kanan dan kiri. Baginda s.a.w dapati, tiada lagi bangunan. Baginda s.a.w menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.

Jibril a.s berkata kepadanya:

Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah Taala di tempat yang luas.

Baginda s.a.w bertanya:

Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?

Jibril a.s menjawab:

Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah Taala.

Baginda s.a.w bersabda:

Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!

Jibril a.s berkata:

Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?

Baginda s.a.w bersabda:

Bukan seperti itu pertanyaanku.

Jibril a.s berkata:

Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?

Baginda s.a.w bersabda:

Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?

Jibril a.s berkata:

Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia sebelummu?

Baginda s.a.w bersabda:

Nescaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku.

Jibril a.s berkata kepada Baginda s.a.w:

Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad s.a.w dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!

Jibril a.s datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad s.a.w. Buraq cuba meronta-ronta.

Jibril a.s berkata kepadanya:

Wahai Buraq! Adakah kamu tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah Taala? Sudahkah Allah Taala perintahkan kepadamu agar mentaatinya?

Buraq berkata:

Aku tahu semua itu. Akan tetapi, aku ingin dia mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku. Sesungguhnya, Allah Taala akan datang pada hari ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini.

Baginda s.a.w bersabda kepada Buraq:

Ya! Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku, nescaya aku memberi syafaat kepadamu.

Setelah berpuas hati, Buraq membenarkan Baginda s.a.w menunggangnya lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata. Apabila Nabi Muhammad s.a.w berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari perak yang putih.

Israfil a.s menyeru:

Wahai tubuh-tubuh yang telah hancur, tulang-tulang yang telah reput, rambut-rambut yang bertaburan dan urat-urat yang terputus-putus! Bangkitlah kamu dari perut burung, dari perut binatang buas, dari dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa.

Roh-roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap roh, akan didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air mani lelaki. Daripadanya, terbinalah tulang-tulang. Urat-urat memanjang. Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh tanpa roh.

Allah Taala berfirman:

Wahai Israfil! Tiup tanduk atau sangkakala tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur. Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari mereka adalah golongan yang celaka dan derita.

Israfil a.s menjerit:

Wahai roh-roh yang telah hancur! Kembalilah kamu kepada tubuh-tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam.

Allah Taala berfirman:

Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku kembalikan setiap roh pada tubuh-tubuhnya!

Apabila roh-roh mendengar sumpah Allah Taala, roh-roh pun keluar untuk mencari jasad mereka. Maka, kembalilah roh pada jasadnya. Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad-jasad mereka. Apabila semuanya sedia, masing-masing melihat. Nabi s.a.w duduk di padang pasir Baitul Maqdis, melihat makhluk-makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70 umat berdiri. Umat Nabi Muhammad s.a.w merupakan satu umat (kumpulan). Baginda s.a.w berhenti memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti gelombang lautan.

Jibril a.s menyeru:

Wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala.

Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu kumpulan.

Setiap kali Nabi Muhammad s.a.w berjumpa satu umat, Baginda s.a.w akan bertanya:

Di mana umatku?

Jibril a.s berkata:

Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir.

Apabila Nabi Isa a.s datang, Jibril a.s menyeru:

Tempatmu!

Maka Nabi Isa a.s dan Jibril a.s menangis.

Nabi Muhammad s.a.w berkata:

Mengapa kamu berdua menangis.

Jibril a.s berkata:

Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?

Nabi Muhammad bertanya:

Di mana umatku?

Jibril a.s berkata:

Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat dan perlahan.

Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad s.a.w menangis lalu bertanya:

Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?

Jibril a.s berkata:

Lihatlah mereka wahai Muhammad s.a.w!

Apabila Nabi Muhammad s.a.w melihat mereka, mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada Baginda s.a.w dengan apa yang telah Allah Taala muliakannya. Mereka gembira kerana dapat bertemu dengan Baginda s.a.w. Baginda s.a.w juga gembira terhadap mereka. Nabi Muhammad s.a.w bertemu umatnya yang berdosa.

Diberitakan, ada semacam 12 barisan manusia di Padang Masyar kelak, yang masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri.

Barisan pertama, diiring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki.

Mereka itu ialah orang yang ketika hidupnya menyakiti hati orang lain.

Barisan ke-2, diiring dari kubur berbentuk babi hutan.

Mereka itu ialah orang yang ketikahidupnya meringankan solat.

Barisan ke-3, diiring dari kubur berbentuk keldai,perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking.

Mereka ialah orang yang enggan membayar zakat.

Barisan ke-4, diiring dari kubur dengankeadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka.

Mereka ialah orang yang berdusta dalam jual beli.

Barisan ke-5, diiring dari kubur dengan bau busuk.

Mereka itu ialah orang yang menyembunyikan perlakuan maksiat takut diketahui manusia, tetapi tidak pula takut kepada Allah.

Barisan ke-6, diiring dari kubur dengan kepalamereka terputus dari badan.

Mereka ialah orang yang menjadi saksi palsu.

Barisan ke-7, diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah, tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah.

Mereka ialah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, termasuk dua kalimah syahadah.

Barisan ke-8, diiring dari kubur dalam keadaanterbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas.

Mereka ialah orang yang berzina.

Barisan ke-9, diiring dari kubur dengan wajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.

Mereka ialah orang yang makan harta anak yatim dengan cara haram.

Barisan ke-10, diiring dari kubur mereka dalamkeadaan tubuh mereka penuh sopak dan kusta.

Mereka ialah orang yang derhaka kepada kedua ibu bapa.

Barisan ke-11, diiring dari kubur mereka denganberkeadaan buta, gigi memanjang seperti tanduklembu jantan, bibir melebar sampai ke dada dan lidah terjulur memanjang sampai ke perut sertakeluar beraneka kotoran.

Mereka ialah orang yang minum arak.

Barisan ke-12, mereka diiring dari kubur denganwajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama.

Mereka melalui titian sirat seperti kilat.

Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru:

Wahai Muhammad!

Air mata mereka mengalir di pipi. Orang-orang zalim memikul kezaliman mereka.

Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

Wahai umatku!

Mereka berkumpul di sisinya. Umat-umatnya menangis.

Ketika mereka di dalam keadaan demikian, terdengar dari arah Allah Taala seruan yang menyeru:

Di mana Jibril?

Jibril a.s berkata:

Jibril di hadapan Allah, Tuhan semesta alam.

Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi:

Di mana umat Muhammad s.a.w?

Jibril a.s berkata:

Mereka adalah sebaik umat.

Allah Taala berfirman:

Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad s.a.w bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu.

Jibril a.s kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata:

Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala.

Nabi Muhammad s.a.w berpaling ke arah umatnya lalu berkata:

Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala.

Orang-orang yang berdosa menangis kerana terkejut dan takut akan azab Allah Taala. Nabi Muhammad s.a.w memimpin mereka sebagaimana pengembala memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah Taala.

Allah Taala berfirman:

Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik-baik kepadaKu tuduhan apa-apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua melakukan dosa!

Hamba-hamba Allah Taala terdiam.

Allah Taala berfirman:

Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini, Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan, Aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah Malik, penjaga neraka! Katakanlah kepadanya, bawakan Jahanam!

Jibril pergi berjumpa Malik, penjaga neraka.

Jibril berkata:

Wahai Malik! Allah Taala telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam.

Malik bertanya:

Apakah hari ini?

Jibril menjawab:

Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan.

Malik berkata:

Wahai Jibril! Adakah Allah Taala telah mengumpulkan makhluk?

Jibril menjawab:

Ya!

Malik bertanya:

Di mana Muhammad dan umatnya?

Jibril berkata:

Di hadapan Allah Taala!

Malik bertanya lagi:

Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan mereka semua adalah umat yang lemah?

Jibril berkata:

Aku tidak tahu!

Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang menggerunkan. Neraka berdiri di atas tiang-tiangnya. Neraka mempunyai tiang-tiang yang keras, kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka (semuanya menangis). Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil alih. Kanak-kanak mula beruban rambut. Ibu-ibu yang memikul anaknya mula mencampakkan anak mereka. Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk. Rasulullah s.a.w terus membela umatnya.

Di Padang Mahsyar, orang yang mula-mula berusaha ialah Nabi Ibrahim a.s.

Baginda bergantung dengan asap Arasy yang naik lalu menyeru:

TuhanKu dan Penguasaku! Aku adalah khalilMu Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada hari ini! Aku tidak meminta kejayaan Ishak dan anakku pada hari ini.

Allah Taala berfirman:

Wahai Ibrahim! Adakah kamu melihat Kekasih mengazab kekasihnya.

Nabi Musa a.s datang. Baginda bergantung dengan asap Arasy yang naik lalu menyeru:

KalamMu. Aku tidak meminta kepadaMu melainkan diriku. Aku tidak meminta saudaraku Harun. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!

Isa a.s datang di dalam keadaan menangis. Baginda bergantung dengan Arasy lalu menyeru:

Tuhanku, Penguasaku, Penciptaku! Isa roh Allah. Aku tidak meminta melainkan diriku. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!

Suara jeritan dan tangisan semakin kuat.

Nabi Muhammad s.a.w menyeru:

Tuhanku, Penguasaku, Penghuluku! Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu!

Ketika itu juga, neraka Jahanam berseru:

Siapakah yang memberi syafaat kepada umatnya?

Neraka pula berseru:

Wahai Tuhanku, Penguasaku dan Penghuluku! Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaannya! Selamatkanlah mereka dari kepanasanku, bara apiku, penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak akan sabar dengan penyeksaan.

Malaikat Zabaniah menolaknya sehingga terdampar di kiri Arasy. Neraka sujud di hadapan Tuhannya.

Allah Taala berfirman:

Di mana matahari?

Maka, matahari dibawa mengadap Allah Taala. Ia berhenti di hadapan Allah Taala.

Allah Taala berfirman kepadanya:

Kamu! Kamu telah memerintahkan hambaKu untuk sujud kepada kamu?

Matahari menjawab:

Tuhanku! Maha Suci diriMu! Bagaimana aku harus memerintahkan mereka berbuat demikian sedangkan aku adalah hamba yang halus?

Allah Taala berfirman:

Aku percaya!

Allah Taala telah menambahkan cahaya dan kepanasannya sebanyak 70 kali ganda. Ia telah dihampirkan dengan kepala makhluk. Peluh manusia bertitik dan sehingga mereka berenang di dalamnya. Otak-otak kepala mereka menggelegak seperti periuk yang sedang panas. Perut mereka menjadi seperti jalan yang sempit. Air mata mengalir seperti air mengalir. Suara ratap umat-umat manusia semakin kuat. Nabi Muhammad s.a.w lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, Baginda s.a.w sujud di hadapan Arasy dan sekali lagi, Baginda s.a.w rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya. Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya.

Menurut riwayat, diberitakan terdapat 7 golongan manusia yang berada di bawah naungan Arasy Allah pada Hari Kiamat. Mereka akan terhindar dari terik panas matahari ketika di Padang Masyar. Merekalah golongan yang akan mendapat kebahagiaan di akhirat kerana memiliki salah satu daripada 7 sifat tersebut:

  1. Imam (pemimpin) yang adil.
  2. Pemuda yang taat kepada Allah sejak kecil.
  3. Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid (solat berjemaah 5 waktu di masjid)
  4. Dua orang yang saling kasih-mengasihi kerana Allah.
  5. Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”.
  6. Orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tidak mengetahui tangan kirinya apa yang diberi oleh tangan kanannya.
  7. Orang yang bermunajat kepada Allah sambil menggelinangkan air matanya.

Mereka berkata:

Maha Suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah Taala ini begitu mengambil berat hal keadaan umatnya.

Daripada Thabit Al-Bani, daripada Usman Am Nahari berkata: Pada suatu hari, Nabi s.a.w menemui Fatimah Az-Zahara' r.a. Baginda s.a.w dapati, dia sedang menangis.

Baginda s.a.w bersabda:

Permata hatiku! Apa yang menyebabkan dirimu menangis?

Fatimah menjawab:

Aku teringat akan firman Allah Taala: Dan, kami akan mehimpunkan, maka Kami tidak akan mengkhianati walau seorang daripada mereka.

Lalu Baginda s.a.w pun menangis. Baginda s.a.w bersabda:

Wahai permata hatiku! Sesungguhnya, aku teringat akan hari yang terlalu dahsyat. Umatku telah dikumpulkan pada hari kiamat dikelilingi dengan perasaan dahaga dan telanjang. Mereka memikul dosa mereka di atas belakang mereka. Air mata mereka mengalir di pipi.

Fatimah r.a berkata:

Wahai bapaku! Apakah wanita tidak merasa malu terhadap lelaki

Baginda s.a.w menjawab:

Wahai Fatimah! Sesungguhnya, hari itu, setiap orang akan sibuk dengan untung nasib dirinya. Adapun aku telah mendengar firman Allah Taala: Bagi setiap orang dari mereka, di hari itu atau satu utusan yang melalaikan dia. (Abasa: 37)

Fatimah r.a bertanya:

Di mana aku hendak mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai bapaku?

Baginda s.a.w menjawab:

Kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika aku sedang memberi minum umatku.

Fatimah r.a. bertanya lagi:

Sekiranya aku dapati kamu tiada di telaga?

Baginda s.a.w bersabda:

Kamu akan menjumpaiku di atas Sirat sambil dikelilingi para Nabi. Aku akan menyeru: Tuhan Kesejahteraan! Tuhan Kesejahteraan! Para malaikat akan menyambut: Amiin.

Ketika itu juga, terdengar seruan dari arah Allah Taala lalu berfirman:

Nescaya akan mengikuti kata-katanya pada apa yang kamu sembah (berkumpul mengikut apa yang disembah).

Setiap umat akan berkumpul dengan sesuatu yang mereka sembah. Ketika itu juga, neraka Jahanam melebarkan tengkuknya lalu menangkap mereka sebagaimana burung mematuk kacang. Apabila seruan dari tengah Arasy kedengaran, maka manusia yang menyembahNya datang beriring.

Sebahagian daripada orang yang berdiri di situ berkata:

Kami adalah umat Muhammad s.a.w!

Allah Taala berfirman kepada mereka:

Mengapa kamu tidak mengikuti orang yang kamu sembah?

Mereka berkata:

Kami tidak menyembah melainkan Tuhan Kami. Dan, kami tidak menyembah selainNya.

Mereka ditanya lagi:

Kami mengenali Tuhan kamu?

Mereka menjawab:

Maha Suci diriNya! Tiada yang kami kenali selainNya.

Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalamnya untuk diazab, umat Muhammad s.a.w mendengar bunyi pukulan dan jeritan penghuni neraka. Lalu malaikat Zabaniah mencela mereka.

Mereka berkata:

Marilah kita pergi meminta syafaat kepada Muhammad s.a.w!

Di Padang Masyar, manusia berpecah kepada tiga kumpulan:

  1. Kumpulan orang tua yang menjerit-jerit.
  2. Kumpulan pemuda.
  3. Wanita yang bersendirian mengelilingi mimbar-mimbar.

Mimbar para Nabi didirikan di atas kawasan lapang ketika kiamat. Mereka semua berminat terhadap mimbar Nabi Muhammad s.a.w. Mimbar Nabi Muhammad s.a.w terletak berhampiran dengan tempat berlaku kiamat. Ia juga merupakan mimbar yang paling baik, besar dan cantik.

Nabi Adam a.s dan isterinya Hawa berada di bawah mimbar Nabi s.a.w. Hawa melihat ke arah mereka lalu berkata:

Wahai Adam! Ramai dari zuriatmu dari umat Muhammad s.a.w serta cantik wajah mereka.

Mereka menyeru:

Di mana Muhammad?

Mereka berkata:

Kami adalah umat Muhammad s.a.w. Semua umat telah mengiringi apa yang mereka sembah. Hanya tinggal kami sahaja. Matahari di atas kepala kami. Ia telah membakar kami. Neraka pula, cahaya juga telah membakar kami. Timbangan semakin berat. Oleh itu tolonglah kami agar memohon kepada Allah Taala untuk menghisab kami dengan segera! Sama ada kami akan pergi ke syurga atau neraka.

Nabi Adam a.s berkata:

Pergilah kamu dariku! Sesungguhnya aku sibuk dengan dosa-dosaku. Aku mendengar firman Allah Taala: Dan dosa Adam terhadap Tuhannya kerana lalai.

Mereka pergi berjumpa Nabi Nuh a.s yang telah berumur, umur yang panjang dan sangat sabar. Mereka menghampirinya. Apabila Nabi Nuh a.s melihat mereka, Baginda berdiri.

Pengikut (umat Nabi Muhammad s.a.w) berkata:

Wahai datuk kami, Nuh! Tolonglah kami terhadap Tuhan kami agar Dia dapat memisahkan di antara kami dan mengutuskan kami dari ahli syurga ke syurga dan ahli neraka ke neraka.

Nabi Nuh a.s berkata:

Sesungguhnya, aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar kaumku dimusnahkan. Aku malu dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Ibrahim kekasih Allah Taala! Mintalah kepadanya agar menolong kamu!

Nabi Ibrahim a.s berkata:

Sesungguhnya aku pernah berbohong di dalam usiaku sebanyak tiga pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Musa a.s! Mintalah pertolongan darinya!

Nabi Musa a.s berkata:

Aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah membunuh seorang jiwa tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari kemahuanku sendiri. Aku dapati dia melampaui batas terhadap seorang lelaki Islam. Aku ingin memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya lalu menumbuk lelaki tersebut. Ia jatuh lalu mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku. Pergilah kamu berjumpa Isa a.s!

Mereka pergi berjumpa Nabi Isa a.s. Nabi Isa a.s. berkata:

Sesungguhnya Allah Taala telah melaknat orang-orang Kristian. Mereka telah mengambil aku, ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah Taala. Hari ini, aku malu untuk bertanya kepadaNya mengenai ibuku Mariam.

Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra' sedang duduk. Ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad s.a.w dia berkata:

Ini umat Nabi Muhammad s.a.w. Mereka telah sesat dari Nabi mereka.

Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi Adam a.s. berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w:

Ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah Taala.

Nabi Muhammad s.a.w menjerit dari atas mimbar lalu bersabda:

Marilah kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah Taala untukmu!

Umat Nabi Muhammad s.a.w berkumpul di sisinya.

Terdengar suara seruan:

Wahai Adam! Ke marilah kepada Tuhanmu!

Nabi Adam a.s berkata:

Wahai Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga Dia akan meminta kepadaku.

Nabi Adam a.s pergi menemui Allah Taala.

Allah Taala berfirman kepadanya:

Wahai Adam! Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!

Nabi Adam a.s bertanya: Berapa ramai untukku kirimkan?

Allah Taala berfirman: Setiap 1000 lelaki kamu hantarkan 1 orang ke syurga, 999 orang ke neraka.

Allah Taala berfirman lagi:

Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat orang yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan, nescaya Aku akan mengasihi anakmu keseluruhannya. Akan tetapi, Aku telah janjikan syurga bagi orang yang mentaatiKu, Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu. Aku tidak akan memungkiri janji Wahai Adam! Berhentilah di sisi Mizan (timbangan). Sesiapa yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia untuk memasuki syurga tanpa perlu berunding denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan bagi mereka, satu kejahatan dengan satu dosa. Manakala satu kebaikan dengan sepuluh pahala agar memberitahu mereka bahawa, sesungguhnya Aku tidak akan memasukkan mereka ke dalam neraka melainkan setiap yang kembali akan dikembalikan dengan dosa bagi orang yang melampaui batas.

Nabi Adam a.s berkata:

Tuhanku! Penguasaku! Engkau lebih utama bagi menghisab berbanding aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib!

Menurut riwayat, ada tiga buah Mahkamah di Padang Masyar:

Mahkamah 1

Mahkamah ini untuk orang kafir. Di sini dihitung segala kesalahan dan dibincangkan jenis-jenis azab untuk orang kafir. Hukuman yang paling ringan adalah diseksa dengan dipakaikan terompah daripada neraka, sehingga kepala pun mendidih.

Mahkamah 2

Mahkamah kedua pula adalah untuk orang Islam yang berdosa dengan mahkluk. Siapa yang menyakiti orang lain semasa hidup, akan diadili disini. Buat baik sebesar zarah Allah akan balas, buat jahat sebesar zarah pun akan dibalas.

Mahkamah 3

Mahkamah ketiga adalah orang yang berdosa dengan Allah sahaja. Diberitakan tiga golongan dari ummat Muhammad s.a.w yang akan dihisab pada awal pengadilan ialah orang kaya yang dermawan, pembaca al-Quran, dan ahli jihad. Tapi disebabkan amal mereka tidak ikhlas, yakni desebabkan ingin digelar dermawan, Qari dan pejuang berani mati, maka mereka akan dicampak ke dalam neraka.

Setelah selesai dihisab, umat Muhammad s.a.w diseru meniti Sirat.

Allah Taala menyeru:

Wahai Muhammad! Bawalah umatmu untuk dihisab dan lintaskan mereka di atas Sirat yang dilebarkan. Panjangnya sejauh 500 tahun perjalanan.

Malaikat Malik berdiri di pintunya (neraka).

Dia menyeru:

Wahai Muhammad! Sesiapa yang datang dari umatmu dan bersamanya ada perlepasan dari Allah Taala, maka dia akan terselamat. Sekiranya sebaliknya maka, dia akan terjatuh di dalam neraka. Wahai Muhammad! Katakan kepada orang yang diringankan agar berlari! Katakan kepada orang yang diberatkan agar berjalan!

Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada malaikat Malik:

Wahai Malik! Dengan kebenaran Allah Taala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar apabila melihatmu.

Malaikat Malik memalingkan mukanya dari umat Nabi Muhammad s.a.w. Umat Nabi Muhammad s.a.w telah dipecahkan kepada 10 kumpulan.

Nabi Muhammad s.a.w mendahului mereka lalu bersabda kepada umatnya:

Ikutlah aku wahai umatku di atas Sirat ini!

Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang memancar.

Kumpulan ke-2 melintasi seperti angin yang kencang.

Kumpulan ke-3 melintasi seperti kuda baik yang berlari.

Kumpulan ke-4 melintasi seperti burung yang pantas.

Kumpulan ke-5 melintas dengan berlari.

Kumpulan ke-6 melintas dalam keadaan berjalan.

Kumpulan ke-7 berdiri dan duduk kerana mereka dahaga dan penat disebabkan dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka.

Nabi Muhammad s.a.w berhenti di atas Sirat. Setiap kali, Baginda s.a.w melihat seorang dari umatnya bergayut di atas Sirat, Baginda s.a.w akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali.

Kumpulan ke-8 menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka.

Bagi yang buruk, mereka akan menyeru:

Wahai Muhammad s.a.w!

Nabi Muhammad s.a.w berkata:

Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka!

Kumpulan ke-9 dan ke-10 tertinggal di atas Sirat. Mereka tidak diizinkan untuk menyeberang.

Dikatakan bahawa, di pintu syurga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira melainkan Allah Taala sahaja yang mengetahui. Di atasnya ada kanak-kanak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka dua bulan, kurang dan lebih sebelum mereka baligh. Apabila mereka melihat ibu dan bapa mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki syurga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera. Mereka memberi ibu dan bapa mereka minum kerana kehausan kiamat. Mereka memasuki syurga bersama-sama. Hanya tinggal, kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka. Suara tangisan mereka semakin nyaring.

Mereka berkata:

Aku mengharamkan syurga bagi diriku sehingga aku melihat bapa dan ibuku.

Kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka telah berkumpul.

Mereka berkata:

Kami masih di dalam keadaan yatim di sini dan di dunia.

Malaikat berkata kepada mereka:

Bapa-bapa dan ibu-ibu kamu terlalu berat dosa mereka. Mereka tidak diterima oleh syurga akibat dosa mereka.

Mereka terus menangis malah lebih kuat dari sebelumnya lalu berkata:

Kami akan duduk di pintu syurga moga-moga Allah Taala mengampuninya dan menyatukan kami dengan mereka.

Demikianlah orang yang melakukan dosa besar akan dikurung di tempat pembalasan yang pertama oleh mereka iaitu Sirat. Ia dipanggil 'Tempat Teropong'. Kaki-kaki mereka akan tergantung di Sirat. Nabi Muhammad s.a.w melintasi Sirat bersama orang-orang yang soleh di kalangan yang terdahulu dan orang yang taat selepasnya. Di hadapannya, ada bendera-bendera yang berkibaran. Bendera Kepujian berada di atas kepalanya. Apabila bendera Baginda menghampiri pintu syurga, kanak-kanak akan meninggikan tangisan mereka.

Rasulullah s.a.w bersabda:

Apa yang berlaku pada kanak-kanak ini?

Malaikat menjawab:

Mereka menangis kerana berpisah dengan bapa dan ibu mereka.

Rasulullah s.a.w bersabda:

Aku akan menyelidiki khabar mereka dan aku akan memberi syafaat kepada mereka, InshaAllah.

Nabi Muhammad s.a.w memasuki syurga bersama umatnya yang berada di belakang. Setiap kaum akan kekal di dalam rumah-rumah mereka. Kita memohon kepada Allah Taala agar memasukkan kita di dalam keutamaan ini dan menjadikan kita sebahagian daripada mereka.

P/S: MashaAllah, bertapa kasihnya Nabi Muhammad s.a.w ke atas kita. Persoalannya, adakah kita mengasihi Kekasih kita ini? Kasih ini bukan sekadar selawat di mulut, tapi adakah kita mengamalkan sunnahnya? Allahumma Solli 'Ala Sayyidina Muhammad Wa'ala Ali Sayyidina Muhammad.

*Tak payah tunggu lagi. Nabi yang ramai-ramai sudah jelas akan ke syurga tu pun risau akan dosa mereka, dan mana tahu Ramadhan ni Ramadhan terakhir kita. Jom taubat nasuha, taubat yang sebenar-benar taubat :)


**Feel free to share it. Jazakumullahu khairan kathira ;)

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Powered by Blogger.