Showing posts with label tazkirah. Show all posts
Showing posts with label tazkirah. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Thumuhat Tarbawiyah

" Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan".
(QS. Al Ahzab: 23)

Suasana Perang Ahzab begitu mencekam lantaran rasa lapar dan dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Persoalannya ditambah lagi dengan pengepungan orang-orang kafir beserta antek-anteknya. Namun rasa suka dan gembira tetap terbesit di wajah Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Terpancar dari raut wajah mereka perasaan optimis yang besar untuk menyambut kemenangan.

Ketika beliau bersama para sahabat menggali parit, terdapat bongkahan batu yang keras sehingga mereka menyerahkannya pada Rasulullah SAW. Beliau pun memecahkan batu tersebut dengan palu godamnya. Pukulan Rasulullah SAW. memercikkan api. Waktu itu beliau mengucapkan Subhanallah. Kejadian itupun berulang lagi hingga tiga kali. Hal ini menakjubkan para sahabat.

Kemudian Rasulullah SAW. menceritakan bahwa tatkala muncul percikan api, terpancar gambaran istana Persia disusul dengan istana Romawi dan selanjutnya istana Mauqaqis. Beliau mengatakan sebentar lagi istana Persia menjadi milik kita, istana Romawi akan kita taklukan dan istana Mauqaqis akan kita miliki. Pernyataan tersebut disambut dengan ucapan gembira dari para sahabat, Allahu akbar wa lillahilhamd.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, betapa Rasulullah SAW. telah mendidik para sahabatnya untuk berjiwa besar. Dengan jiwa besar, mereka mampu membangun obsesi meski dalam keadaan lapar, dingin, terkepung dan mencekam. Inilah thumuhat dakwah dan tarbawiyah (obsesi dakwah dan tarbiyah). Obsesi yang luar biasa. Tidak pernah terbayangkan oleh pikiran banyak orang ketika itu. Keadaan yang mencekam, lapar yang menggeliat, dingin yang menusuk. Namun keyakinan akan memperoleh kemenangan selalu bersama mereka. Kemenangan yang akan datang segera atau kemudian.

Perwujudan obsesi bisa datang dalam waktu yang relatif singkat dapat juga hadir di waktu mendatang. Malah realisasi dari sebuah obsesi sering tidak di cicipi oleh si pemiliknya. Memang terkadang obsesi lebih panjang dari pikiran orang bahkan ia lebih panjang dari usia manusia itu sendiri. Meski demikian obsesi selalu ada dalam dinamika kehidupan manusia, karena ia bagian dari tabiat manusia.

Keinginan-keinginan besar menjadi sebuah tabiat manusia sejak ada di muka bumi. Sejak lama kita mendengar ada ungkapan ingin memiliki dunia ini. Ada pula yang ingin hidup seribu tahun lamanya. Juga ada yang ingin bermegah-megah di muka bumi dengan segala kemewahan nya. Ada pula yang ingin menguasai kerajaan langit dan bumi dan masih banyak lagi keinginan besar lainnya. Keinginan besar ini sering pula mengarah pada hal-hal negatif namun tidak sedikit juga pada hal-hal positif. Keinginan besar yang bernilai negatif dinamakan thama’ (tamak, rakus), sedangkan keinginan besar yang bernilai positif dinamakan thumuh (obsesi).

Sifat ini merupakan bagian dari kehidupan manusia maka semua kader semestinya juga memiliki obsesi yang besar, meskipun dalam kondisi yang serba minim sarana dan prasarana. Akan tetapi satu hal yang tidak boleh terabaikan adalah bahwa obsesi ini mesti bersandar kepada karunia dan kebaikan Allah SWT. sehingga Dia menganugerahkan kepada orang-orang mukmin sesuatu yang mahal nilainya. Yakni kecerdasan imaniyah (Dzaka imany) untuk mewujudkan keinginan-keinginan besar itu. Kecerdasan imaniyah ini perlu ditopang dengan :

1. Dzaka Syu’ury (kecerdasan emosional)

Kecerdasan emosional yang dimaksud adalah kemampuan mengendalikan emosi hingga tidak mudah goyah ataupun patah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Rasulullah SAW. bersabda: " Orang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan berbuat untuk hari esok. (HR. Muslim).

Emosional terkadang cenderung mengikuti suasana yang terjadi di sekitarnya. Bahkan acap kali menggelembung histeris mengikuti irama sekelilingnya, sehingga berpotensi tidak dapat dikendalikan. Emosional yang tidak terkendali dapat mengakibatkan tumpulnya akal jernih. Dampaknya adalah muncul kepanikan sehingga kehilangan jalan solusi atas persoalan yang sedang dihadapi.

Nabi Musa as. pernah mengalaminya, ketika tiba di kampung halamannya sepulang dari negeri lain. Didapati kaumnya kembali pada perilaku yang menyimpang dari ajaran yang telah disampaikannya. Melihat kenyataan ini Nabi Musa as. sangat emosional. Nabi Musa as. menjambak jenggot Nabi Harun as. sambil marah-marah kepadanya dan melempar-lempar lembaran Taurat yang digenggamnya. Akan tetapi ketika emosinya mulai mereda Nabi Musa mengambil kembali lembaran-lembaran Taurat yang berceceran itu. (QS. Al ‘Araf: 150 - 153)

Islam mengajarkan pemeluknya untuk mencerdaskan emosi. Emosi yang cerdas memberikan manfaat besar bagi si empunya. Daya pandang yang jernih, melihat persoalan dengan pandangan jauh ke depan serta jelas dan terangnya solusi yang harus diambil. Pencapaian obsesi diperlukan juga kecerdasan emosional agar fukos-fukos sasaran yang hendak diraih dihadapi dengan perasaan dan jiwa yang tenang. Para ulama menyebutnya hal ini sebagai indera keenam, yaitu firasat mukmin. "Takutlah kamu pada firasat orang mu’min karena mereka melihat dengan cahaya Allah". (HR. An Nasa’i)

2. Dzaka Fikry (kecerdasan intelektual)

Umat Islam dibekali Allah SWT. intelektual yang cerdas. Di antaranya daya ingat yang tajam, sistematika dalam berpikir dan merumuskan persoalan, menyikapi persoalan secara simpel dan lain sebagainya, seperti kemampuan umat Islam menghafal Al Qur’an dan Hadits serta rumusan berpikir dalam ilmu mantiq.

Keistimewaan ini karena kasih sayang Allah SWT. pada orang-orang mukmin. Keimanan yang bersemayam dalam dada mukmin menghantarkan mereka memiliki kecerdasan intelektual. Rasul SAW. memberikan indikator orang yang cerdas intelektualnya adalah Konsentrasi pada satu titik yang jelas, berpikir cerdas sehingga tidak mudah tertipu dan selalu dalam keadaan siap siaga.

"Apabila cahaya Islam telah masuk ke dalam hati maka hati akan menjadi terang dan lapang. Para sahabat bertanya: apa tanda-tandanya ya Rasulullah?. Beliau menjawab: Kembali kepada negeri yang abadi, jauh dari tipu daya dan mempersiapkan kematian sebelum datangnya kematian". (H.R. Thabari).

Kecerdasan intelektual juga akan memberikan jalan keluar ketika menghadapi kondisi sulit. Bentuknya dapat berupa alternatif pemecahan yang beragam, menaklukkannya melalui cara yang ringan dan lain sebagainya.

Abu Bakar as. pun pernah mengalami hal yang sama ketika menyertai perjalanan hijrah Rasulullah SAW. ke Madinah. Pertengahan perjalanan Abu Bakar as. berjumpa dengan peserta sayembara pembunuhan terhadap Rasulullah SAW. Abu Bakar as. ditanya: Siapakah orang yang berada di depanmu itu?. Abu Bakar as. menjawab: Huwal Hadi (dia petunjuk jalanku). Petunjuk jalan yang dimaksud Abu Bakar as. adalah yang menunjuki jalan dari jalan kegelapan jahiliyah kepada jalan terang benderang Islam. Sedangkan orang kafir mengira orang yang di depan Abu Bakar as. adalah guiding perjalanan.

Kecerdasan intelektual memunculkan rumusan yang aplikatif untuk mewujudkan sebuah obsesi. Karenanya peran kecerdasan intelektual sangat berarti terhadap pencapaian obsesi.

3. Dzaka Jismy (kecerdasan fisikal)

Amal Islam lebih banyak dari pada waktu yang tersedia dan sedikit orang yang dapat memikulnya. Banyaknya amal dalam Islam memerlukan orang yang siap dan mampu menunaikannya. Di antara kriterianya adalah mereka yang memiliki kecerdasan fisikal. Maksudnya adalah mereka yang mempunyai tubuh yang kuat dan sehat.

Tidak sedikit tugas dan tanggung jawab dalam Islam akan terlaksana dengan baik bila dilakukan oleh badan yang sehat dan kuat. Misalnya saja dalam beribadah, akan terasa nikmat dalam menjalankan ibadah apabila kondisi badan dalam keadaan sehat. Akan tetapi bila kondisi tubuh menurun apalagi sakit, pelaksanaan ibadah sering mengalami ketidaksempurnaan.

Hasan Al Banna sangat perhatian dalam masalah kekuatan dan kesehatan badan untuk mencapai kecerdasan fisikal ini. Perhatian beliau baik yang bersifat ajakan, pencegahan dan pemeriksaan. Kita dapat jumpai pandangan beliau dalam wajibatul akh (kewajiban al akh) di Majmu’atur Rasail.

Orang yang sehat dan kuat berpeluang menunaikan tugas dan kewajiban dengan baik. Bahkan dapat melaksanakannya secara optimal untuk mencapai afdholiyatul amal. Ia akan dapat menyelesaikan tugasnya, sanggup pula membantu tugas orang lain serta mampu memberikan kontribusi bagi banyak orang. Pantas bila Allah SWT. lebih menyukai mukmin yang sehat dan kuat dari pada mukmin yang lemah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.: "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah meskipun keduanya dalam keadaan baik". (HR. Muslim)

Fisikal yang cerdas juga menentukan keberhasilan pencapaian obsesi. Ia akan dapat mengukur sejauh mana dan seberapa besar kemampuan diri untuk merealisasikannya. Tidak kalah penting juga ia dapat menilai kemampuan dirinya untuk menghadapi berbagai kendala.

4. Dzaka Amaly (kecerdasan operasional)

Kecerdasan operasional merupakan sikap tanggap dan cepat dalam merespon sesuatu dengan tindakan yang nyata. Sikap inilah yang mendorong seseorang untuk terdepan dalam beramal. Tidak menunda-nundanya hingga hilang kesempatan untuk menjadi pionir.

Ajaran Islam menganjurkan umatnya untuk selalu menjadi yang terdepan. Baik dalam beribadah kepada Allah SWT. juga dalam bermuamalah antar manusia seperti shalat, bersedekah, beramal shalih, bergotong royong ataupun yang lainnya.

Demikian juga dalam kehidupan Rasulullah SAW banyak kita temukan riwayat tentang kesegeraan beliau untuk menunaikan sesuatu dengan cepat. Dalam suatu riwayat, sesudah shalat Rasulullah SAW. pernah segera berdiri lalu melangkahi orang lain kemudian masuk ke salah satu bilik istrinya. Para sahabat juga heran dengan kejadian ini. Tidak lama kemudian beliau segera kembali ke tempat semula, sesudah itu beliau ceritakan bahwa dia tadi teringat ada emas yang harus segera dibagi-bagikan. Maka beliau perintahkan istrinya untuk secepat mungkin membagi-bagikan emas tersebut.

Rasulullah SAW. bersabda: "Bersegeralah kalian beramal shalih sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita". (HR. Muslim)

Kecerdasan operasional membentuk si pemiliknya untuk segera berbuat sebelum orang lain sempat berpikir. Melalui hal ini obsesi akan relatif cepat untuk tercapai.

5. Dzaka Ijtima’iy (kecerdasan sosial)

Kehidupan manusia tidak dapat memutuskan ketergantungannya dengan pihak lain. Satu dengan yang lainnya saling memerlukan. Oleh karenanya manusia diperintahkan untuk berinteraksi dengan sesama agar berbagai kelemahan dan kekurangannya dapat saling ditopang dengan berbagai kelebihan pihak lain.

Dengan banyak bergaul kita akan menemukan potensi-potensi yang tidak ada pada diri kita. Juga dapat menemukan peluang-peluang besar untuk menutupi segala kekurangan yang ada. Dari sanalah kita mendapatkan manfaat, kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang besar untuk menunjang kelemahan yang kita miliki.

Rasulullah SAW. bersabda: "Mukmin yang bergaul dengan banyak orang lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul apabila dia bersabar". (HR. Muslim)

Mewujudkan obsesi terkadang kita dibantu potensi orang lain. Bahkan kita hanya merangkai kelebihan-kelebihan orang lain untuk mencapai obsesi yang kita canangkan.

6. Dzaka Tanzhimy (kecerdasan struktural)

Apabila kita memahami bahwa setiap orang membutuhkan orang lain maka segala peran yang diberikannya akan sangat bermakna bila dikokohkan oleh pihak lainnya.

Sebuah bangunan terdiri dari berbagai macam komponen, ada yang besar namun ada pula yang kecil. Semua komponen itu saling mengaitkan dengan komponen lainnya. Masing-masing fungsi dan peran yang diberikan tidak dapat dianggap sebelah mata. Posisi masing-masing elemen tidak dapat dilebih-lebihkan dengan yang lainnya. Mungkin saja komponen yang besar akan berarti bila ditopang oleh komponen yang kecil begitu juga sebaliknya.

Menyikapi persoalan ini dengan sikap yang arif bahwa kehadiran dirinya tidak akan sempurna malah mungkin tidak akan berhasil tanpa kesertaan orang lain. Peran serta ini diwujudkan dengan keyakinan bahwa potensi dirinya akan berguna bagi orang lain. Dengan begitu setiap orang menyadari bahwa ia harus berada pada posisinya masing-masing untuk keberhasilan sebuah obsesi.

Rasulullah SAW. bersabda: "Prajurit yang baik jika ditempatkan di bagian logistik dia akan tetap berada tempatnya, jika ditempatkan di garis depan dia akan berada di garis depan" (HR. Abu Daud)

Kiat-kiat Meraih Kecerdasan

Meraih kecerdasan imaniyah perlu kerja keras sehingga ia akan merefleksikan segala thumuhat kita. Adapun kiat-kiat mencapai hal itu sebagai berikut:

1. Latihan yang banyak.
Berusahalah untuk banyak latihan dalam segala hal terutama pada kemampuan diri untuk meraih kecerdasan. Latihan yang sering akan memperhalus dan mempertajam kemampuan yang kita miliki.

2. Belajar dari orang lain.
Janganlah sungkan untuk belajar pada dan dari orang lain. Pengalaman orang lain dapat menjadi masukan bagi kita. Malah orang lain bisa menjadi cermin agar kita bisa mematut diri dari pengalaman mereka.

3. Mencoba sesuatu yang baru untuk meraih pengalaman.
Berusahalah untuk mencoba sesuatu yang baru. Kreativitas sering kali memberikan banyak jalan untuk mencapai keinginan-keinginan.

4. Meyakini pertolongan Allah SWT.
Tidak boleh dilupakan bahwa semua aktifitas kita akhirnya berpulang pada pertolongan dan kehendak Allah SWT. Oleh karena itu yakinlah bahwa Dia akan memudahkan kita meraih thumuhat maka berdoalah kepada-Nya agar keinginan-keinginan tersebut dapat terealisir.

Semoga Allah SWT. memudahkan jalan bagi kita meraih Thumuhat Tarbawiyah. Semoga sukses.


cp from : PKS

Friday, November 12, 2010

Dunia Taghut !

DAERAH BARU

Daerah itu tidak pernah hilang dari fikiran ku, apatah lagi rasa hati yang tidak pernah aman saat aku berjauhan dengan daerah yang sekangkang kera itu. Saat insan lain mengatakan daerah itu tidak punya apa-apa. Aku hanya mampu menyerahkan segalanya pada yang Esa. Usahaku kerana Allah semata.

Mutarabbiku, engkaulah pewaris dakwah ini. Hanya engkau yang mampu ku usahakan untuk daerah itu..selamat berjuang wahai mutarabbiku. Allah always be with you! Uhibbuki fillah !! Moga tsabat dijalan ini !

Kini aku berada di daerah baru. Daerah yang mungkin sekali sukar bagiku untuk bergerak ke sana dan ke mari, ini semua dek kerana tempangnya aku ( baca: tiada lesen memandu) . Alam ku kini juga mengalami transformasi ke dunia baru. ‘Dunia taghut! ’ . Ya ! inilah duniaku.. medan dakwahku. Sungguhpun aku masih di himpit sistem taghut Teringat kata-kata seorang staff berkenaan seorang pegawai atasan yang sering menunaikan solat dhuha. Kamu tahu apa bicara mereka ??

“ kerajaan tak bayar kita untuk solat ! Asyik-asyik solat!! ”

Hatiku hanya mampu beristighfar saat medengar kata-katanya. Astaghfirullah hal a’zim. Inilah yang berlaku bila mana taghut yang memerintah dunia. Ingin saja aku mencantas kata-kata mereka. Namun, aku diamkan sahaja dek kerana lemahnya imanku saat itu. Hilang yakinku untuk berhujah.Tidak mampu berkata-kata dan terusan mendengar ghibbah penambah dosa.

Aku berazam untuk menghapuskan sistem taghut ini di daerah baru. Apatah lagi jahiliah itu tidak pernah kenal erti rehat. Kufar ligat memikir cara terbaik menghapuskan islam . dan kita ?? masih lagi leka dek dunia. Masih bodoh memkirkan hal remeh temeh. Hanya segelintir daripada kita yang aktif memikirkan cara membangkitkan kembali islam sebenar. Bukan sekadar berfikir malah bertindak pantas melaksanakannya dengan penuh himmah. Kini, staff-staff disekeliling menjadi mad’u ku. Pegawai atasan juga menjadi perhatianku. Mataku seringkali terfokus kepada seorang Pegawai atasan yang beruban dan berjanggut tipis. Sesekali hatiku memberontak saat melihat kelibatnya.

“ Doktor ! bebaskan aku ! Apa kau sanggup melihat aku berpakaian sedemikian rupa ? bebaskan aku ! Dimana sensivitimu terhadap islam? Ummah ? Aku melihat kamu beribadah sepanjang masa. Bagaimana dengan dakwah ?? cukupkah ia sebagai bekalanmu kelak ?? ”

Hati da’i mana yang tidak sedih melihat ummah dalam kejahilan.

Tuhan, maafkan diriku. Seringkali menganggap insan yang beruban dan berjanggut tipis itu ibarat pejuang di jalan-Mu. Entah dari mana aku rasakan aura itu. Dirinya seakan memahamiku. Namun, jauh sekali untuk menghapuskan sistem taghut ini. Mungkin sekali dia sedang berusaha dalam diamnya, mungkin sekali dia punya method sendiri untuk berdakwah dan berhujah , mungkin sekali dia sudah meninggalkan dakwahmu, mungkin juga telah hilang rasa mampu untuk berdakwah dan hanya menjadi ketua ibadah. Lihatkan kebenaran ini Tuhan! Aku adalah da’iyah.. izinkan dia mengenali diriku sebenar Tuhan. Tuhan, bukankah dia antara insan yang mampu untuk meminda segala sistem di daerah ini ? Tunjukkan jalan kebenaran ini padanya Tuhanku. Ku serahkan segalanya padamu Tuhan..

Tuhan, jauhkan aku dari sebrang buruk sangka dan rasa ingin memberontak. Aku hanya ingin bebas dari taghut..

Aduh! Maafkan aku ya pembaca sekalian. Aku tidak sengaja meluah perasaan. Aku ingin berbicara tentang sesuatu yang aku sendiri keliru. Mohon kerjasama kalian untuk menapis segala penyampaian ku.


Sedihku jauh dari-Mu

Sedih hatiku melihat jahiliah memenuhi setiap ruang yang ada. Sesekali aku terpaksa akur dengan perintah taghut. Aku terpaksa tunduk kepada manusia hina. Ini realiti ! orang islam yang kebanyakannya berjiwa taghut! Bicara mereka dusta belaka.

Siapa yang bersalah saat aku tak berdaya menegakkan al-haq ?? Tiada guna menyalahkan orang lain biarpun mereka yang sememangnya harusku salahkan dek kerana keengganan mereka untuk menegakkan al-haq telah membawaku pergi bersama kemalasan dan arahan jahil mereka. Semakin hari.. aku semakin jauh dari Tuhanku.

Sedikit demi sedikit aku mulai hilang pertimbangan, aku keliru dalam mengatur urusan. Jadual harianku kian berubah, solatku kerap kali tertunda, qiamku apatah lagi.

Laki-laki di sini bicaranya seringkali blue-blue(baca : lucah) . kadangkala aku tersentap dengan ayat-ayat yang digunakan.Beberapa hari yang lepas,aku ditugaskan untuk belajar cara mengambil darah. Ketika di lokasi pengambilan sampel darah..yang diketuai oleh seorang pegawai (lelaki ), aku dan beberapa orang pembantu yang juga lelaki.

“ boss ! kitorang nk ambik darah kat sini.. kalau boleh.., dengan ‘dara’ skali kitorang nak ambik .” kata seorang lelaki yang bersama denganku . Benar-benar disebelahku!

Aku terkejut. Kerap kali rasa ingin menangis. Aku sedih. Hatiku semakin sesak dan sebak. Jantungku berdegup kencang. Takut yang dirasai membuatkan aku hilang fokus terhadap urusan ku .Hari semakin kelam. Aku mulai rasa tidak selamat bersama dengan mereka. Bila mana perasaanku mulai haru-biru , sepantas cahaya aku kembali mengingati Allah yang Esa. Hanya Allah bisa menyelamatkan aku. Teringat kembali pesanan Murabbiahku ,

“ Dik, awak kena pandai jaga diri..”

Keingkaran dan mungkar yang mereka lakukan benar-benar membuatkan aku merasa dosa. Jiwaku meronta mencari aman. Dan rasa ini telah menimbulkan rasa ingin sekali bersama-Nya. Ingin sekali bersama akhwat yang seringkali mengingatkan aku pada-Nya. Aku ingin bersama-Mu Tuhan …

Izinkan aku merasai nikmat yang telah hilang itu Tuhan (T.T)

Aku yang bersalah bila mana taghut ligat menghancurkan islam.


Fahamilah aku

Buatmu akhwat yang mengenali diriku.. ketahuilah bahawa bukan inginku berpakaian kurang enak. Mahu tidak mahu. Aku terpaksa akur dengan peraturan ini! Aku benci begini! Namun, inilah yang membuatkan aku bertambah erat dengan Allah. Tawakalku hanya pada Allah, bicaraku hanyalah dakwah, aku berhati-hati dengan setiap tindak tandukku. Kerana dakwah aku di sini. Aku ingin mereka ( lelaki blue-blue) itu melihat aku sebagai muslimah biarpun pakaianku benar-benar hodoh ( baca : tidak mengikut syariat ) .

Moga Allah hapuskan segala penilaian taghut itu!

Don’t judge a book by its cover!!

Akhwatku, bersihkan fikiranmu.. bersihkan segala sangkaan mu.. fahamilah aku.


*p/s : Maaf lama x update. Saya sendiri sudah sukar untuk blogging etc memandangkan saya sudah tidak punya keupayaan untuk online ditambah pula beban kerja yang memerlukan saya bersedia 24jam X 7 hari . Syukur Allah masih ada untuk saya hubungi. Online dengan Tuhan ! J

Saturday, June 26, 2010

Halawatul Iman



Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda:

"Tiga perkara, jika terdapat di dalam diri seseorang maka dengan perkara itulah dia akan memperolehi kemanisan iman: Seseorang yang mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada selain keduanya, mencintai seorang hanya kerana Allah, tidak suka kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, sebagaimana dia juga tidak suka dicampakkan ke dalam Neraka"


Thursday, June 17, 2010

Life : Berubah

Photobucket



Berubahkah aku hanya bila ada sesuatu
Terus aku pulang pada sikap sebelum ku berubah
Hanya sekedar sesuatu tak berapa lamapun itu
Jarang kuterendap dalam sikap dimana ku berubah

Tuhan aku hanya manusia
Mudah berubah lagi dalam sekejap
Tuhan aku ingin berubah
Dan ku bertahan dalam perubahan ku






Jahiliah Vs Tarbiyah






مَّا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِّن قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِ


“Allah tidak menjadikan bagi seseorang itu dua hati di dalam rongga dadanya…” [33:4]


Percayalah, hakikat ini ditujukan utk menyatakan bahawa seseorang itu tidak boleh menuju kepada lebih dari satu hala dan tidak boleh mengikut lebih dari satu sistem hidup. Jika tidak, dia akan menjadi munafiq dan langkah perjalanannya akan menjadi tidak menentu, longlai dan ragu-ragu.

'Seorang manusia tidak boleh menjadi munafiq dan beriman pada waktu yang sama.'

'Juga tidak boleh menjadi amanah dan penipu, fasiq dan bertaqwa dalam satu ketika.'

Tidak mungkin ada 2 hati yang mana satunya ikhlas manakala satunya ujub. Oleh itu, hanya ada satu karakter sahaja bagi setiap manusia dalam suatu masa, musyrik atau beriman, beramal dengan Islam atau beramal dengan Jahiliyyah. Jika kamu memanggilnya Islam padahal hatinya Jahiliyyah, ia tidak sekali-kali mengubah realiti. Begitu juga sebaliknya.

Sebuah hati tidak mungkin menyembah dua Tuhan, tidak boleh berkhidmat pada dua Tuan, tidak boleh mengikut dua Jalan serentak yang menuju kepada dua Hala.


Yang mana pilihan anda ??


Jahiliah atau Tarbiyah



" Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan Jiwanya,
dan rugilah orang yang mengotorinya"
[ 91:9-10]



simple,

Kalau kita buat business, kita nk untung ke nak rugi ?

mesti la nak untung kan ??






bersambung..

Sunday, June 13, 2010

Doa : wa balighna Ramadhan..



للهم بارك لنا
فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان

(Allahumma bariklana fi Rajab wa Syaaban... wa balighna Ramadhan)

Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rejab dan Syaaban dan
sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan


[Hadis riwayat Ahmad dan at Tabrani, daripada Anas]






p/s : ramadhan.. daku merinduimu..

Tuesday, June 8, 2010

Kefahaman


Dalam usaha kita membina manusia
dari jahiliyyah kepada islam,
dari islam yang comited kepada kefahaman akan tugas da'wah,
dari kefahaman akan kewajipan menyeru manusia kepada keperluan berjemaah,
agar kerja kita dalam menegakkan islam di atas muka bumi menjadi muntij,
dengan izinNya.

Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya,
Allah akan memberinya kefahaman dalam agama.
(Rawahu Muslim)

Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat petunjuk, niscaya Dia akan membukaka dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah menjadi sesat, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (6:125)

itulah islam,
menerapkan kefahaman-kefahaman dalam diri seorang muslim,
yang semuanya lahir dari al-quran dan as-sunnah, sumber teragung dari Allah dan rasulNya.
agar seorang muslim itu men'sibghah' (mencelup) kan dirinya dengan agama Allah.
hingga seluruh hidupnya semuanya demi memperjuangkan agama islam di atas muka bumi.

Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahNya dari pada Allah?
Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
(Al-Baqarah, 2:138)

islam itu bukanlah hanya dari aspek pemakaian atau apa jua pandangan sekular,
tetapi,
islam yang kita fahami adalah islam dari seluruh aspek kehidupan,
islam adalah sebuah sistem hidup,
memandang segala kehidupan adalah islam,
menyedari hakikat bumi ini yang sarat dengan jahiliyyah,
menyedari akan ramai manusia yang semakin jauh dengan al-quran,
lupa akan tujuan hidup sebenar untuk beribadah kepada Allah (Az-Zariyat, 51:56)
dan menjadi khalifah di atas muka bumi (Al-Baqarah, 2:30).

itulah keperluan seorang murobbi dan mutarabbi (Al-Baqarah, 2:151),
keperluan da'wah dan tarbiyyah,
keperluan sebuah manhaj tarbawi yang menekankan aspek tarbiyyah dan da'wah,
dalam mengalirkan fikrah islam dalam hati dan jiwa seseorang muslim,
agar dirinya memandang kehidupan dari sudut pandang islam,
merasakan semua yang ada di langit dan bumi turut tunduk dan patuh kepada Allah.
seperti apa yang diperjuangkan Sayyid Qutb dalam penafsiran al-quran tafsir filzilail,
alam ini turut bersama-sama kita bertasbih (menyucikan) Allah.

Apa yang ada di langit dan apa yang di bumi, bertasbih kepada Allah;
dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(As-Saff, 61:1)

dalam membina manusia untuk tunduk dan patuh (islam) pada Allah,
dibina menepati seperti yang terkandung dalam 10 muwasafat tarbiyyah (Al-Qasas 28:14-28),
tarbiyyah yang diterapkan itu bertahap - tahap dan berterusan,
sangat sesuai dengan tabiat al-quran yang diturunkan berperingkat-peringkat bagi membetulkan aqidah manusia
untuk meng'ilah kan Allah semata-mata.

Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan beransur-ansur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya secara bertahap.
(Al-Isra', 17:106)

Pembentukan akhlaq yang mantap dilakukan semasa zaman madinah,
setelah aqidah muslim zaman rasulullah itu sejahtera.
lantas, 313 orang muslim yang bergelar mujahid meneruskan perjuangan mereka menegakkan agama Allah,
yang menjadi tulang belakang da'wah Rasulullah SAW (Qaedah Sulbah).
hingga kini, kita masih merasai nikmat islam dan iman,
berkat perjuangan rasulullah dan para sahabat waktu dulu.

reflek dan koreksi diri,
ayuh, perkuatkan iman dan takwa dalam diri,
agar kita berusaha semaksima mungkin
dalam beramal menyeru manusia kembali pada Allah.
proses tarbiyyah yang berterusan yang kita fahami,
bukanlah setakat di sekolah, dalam alam belajar,
mahupun setakat alam pekerjaan ataupun alam berumah tangga,
akan tetapi, seluruh hidupnya diberikan untuk da'wah,
semata-mata demi mencari keredhaanNya. Allah ghoyatuna.
agar ghoyah KITA untuk menjadikan islam sebagai ustaziatul a'lam (world order) tercapai dengan izinNya.
Ayuh, mainkan posisi dan peranan kita dalam memperjuangkan islam di bumi ini.
Mari berterusan beramal dalam membuat perdagangan dengan Allah.

Wahai orang-orang yang beriman, mahukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga 'Adn. Itulah kemenangan yang agung.

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
(As-Saff, 61: 10-13)

Inilah Jalanku,

Katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".
(Yusuf, 12:108)

Ikhlaskan diri untuk menjadi seperti Al-A'diyat (Kuda Perang) (Al-A'diyat, 100:1-5),
yang dilatih untuk berperang di jalanNya.
yang dilatih mengikuti latihan-latihan peperangan demi memantapkan skills,
demi perjuangan islam di atas muka bumi.

hasil tinta : Cik Fieqa

Monday, June 7, 2010

Gembira dengan Dosa

"Kegembiraanmu terhadap dosa yang kamu lakukan itu lebih berat di hadapan Allah daripada dosa itu sendiri. Tertawamu padahal kamu baru saja melakukan dosa itu lebih berat di hadapan Allah daripada dosa itu. Sedikitnya rasa malu kepada malaikat yang berada di sebelah kirimu dan malaikat yang berada di sebelah kananmu yang keduanya selalu mengawasi dan mencatat amalanmu, lantas kamu tidak malu kepada keduanya itu lebih berat di hadapan Allah daripada dosa itu sendiri"
[ Ibnu Qayyim ]
"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyongnya, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."
[ Al-an'am: 44 ]

Sunday, May 23, 2010

kematian itu pasti


Photobucket




Mati adalah satu kejadian yang hebat dan pasti akan dihadapi oleh setiap yang bernyawa. Ia merupakan satu perkara yang tidak dapat dihindarkan walau dengan apa cara sekali pun. Manusia juga akan menghadapi saat kematian. Ini jelas dari Firman Allah yang bermaksud:-

`Tiap-tiap yang bernyawa (bernafas) pasti akan merasai maut.’
(Surah Ali Imran: Ayat 185)

Dari ayat di atas, jelas bahawa manusia bakal mati. Hidup manusia di dunia ini adalah buat sementara waktu saja. Apabila mati, manusia akan dibawa ke alam barzakh (kubur). Kemudian ia akan dihidupkan kembali untuk menuju ke alam akhirat.

Namun demikian mati adalah satu rahsia Allah. Tidak ada seorang pun manusia yang berani mendabik dada mengatakan bahawa ia mengetahui saat kematiannya. Dan tidak ada seorang pun yang berani mengatakan bahawa ia akan hidup kekal di dunia ini buat selama-lamanya.

Sedar akan hakikat bahawa mati adalah satu kejadian yang paling hebat maka perbuatan melupakan mati atau tidak mengingati mati adalah satu perbuatan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Seorang manusia tidak sepatutnya mengabaikan tentang persoalan mati sedangkan mereka tahu bahawa mereka pasti akan menghadapi saat kematian. Orang yang tidak menghiraukan langsung tentang persoalan mati dapat diumpamakan sebagai seorang yang memasukki satu daerah yang sama sekali baru baginya dalam keadaan yang gelap gelita. Sudah pasti dia tidak dapat melangkah dan tidak tahu ke mana yang hendak dituju.

Begitulah juga keadaannya dengan roh manusia yang telah mati yang tidak pernah mengingati soal kematian – tidak pernah mempelajari masalah mati dan tidak mempunyai ke-percayaan atau keyakinan tentang persoalan mati.

Untuk menghindar dan menghadapi nasib yang demikian maka agama Islam menganjurkan kita supaya tidak mengabaikan saat kematian. Kita juga dikehendaki supaya mengetahui hakikat mati supaya kita dapat menempuh saat kematian dengan penuh pengertian dan kesabaran.

Satu persoalan yang mungkin timbul difikiran kita apabila membicarakan tentang soal mati ialah mengapakah agama Islam menyuruh umatnya mengingati mati sedangkan mati itu adalah satu perkara yang tidak menarik atau tidak menggembirakan. Mati sebaliknya adalah satu perkara yang amat ngeri dan menegakkan bulu roma.

Untuk memecahkan persoalan di atas maka eloklah kita renungkan hadis berikut:-

Berkata Ibnu Omar r.a : Pada suatu hari aku datang berjumpa Rasulullah s.a.w yang sedang berada ditengah para sahabat yang terkemuka. Lalu berdiri salah seorang sahabat dari Ansar bertanya Rasulullah:-
`Ya Rasulullah ! Siapakah yang paling pintar dan siapa pula yang paling cerdas akalnya ?’
Rasulullah menjawab:-
`Yang paling cerdas dan yang paling pintar ialah orang yang paling banyak mengingati mati dan yang banyak bekal menghadapi mati. Merekalah yang paling pintar dan yang paling cerdas kerana mereka mendapat kemuliaan di dunia dan kehormatan di akhirat.’

Dari hadis di atas, jelaslah bahawa mengingati mati adalah suatu perbuatan yang perlu dilakukan oleh setiap orang yang menghuni alam yang fana ini. Namun demikian, bukanlah bermakna bahawa dengan mengingati mati itu kita meminta supaya lekas mati.

Oleh itu dapatlah dikatakan bahawa orang yang mengerti akan hakikat mati – yang mempunyai kepercayaan dan keyakinan tentang masalah mati, bererti orang ini mengerti akan hakikat hidup.

Orang yang mengingati mati dengan pengertian dan kesedaran serta dengan keyakinan dan kepercayaan, hidupnya tidak akan merasa derita dan sengsara. Sebaliknya, orang yang tidak pernah memikir dan mempelajari masalah mati dalam hidupnya dan tidak percaya kepada Tuhan, akan menghadapi matinya dalam keadaan derita dan sengsara.

Orang yang mengetepikan persoalan mati, sekali pun pada masa hidupnya dia sihat walafiat, kaya raya dan hidupnya mewah tetapi pada saat matinya dia akan menghadapi pen-deritaan yang paling hebat – satu penderitaan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata dan dikhayalkan dengan fikiran.

Bagi orang yang sering mengingati mati dan mempunyai keyakinan serta kepercayaan yang tertentu mengenai hidup dan mati, sekali pun berada dalam kekhuatiran dan ketakutan, tetapi kekhuatiran itu ada batasnya – kekhuatiran danketakutan yang masih mengandungi harapan-harapan tertentu.

Mereka akan menghadapi mati bukan dalam keadaan putus harapan, tetapi mereka akan menghadapi mati dengan harapan yang amat besar – dengan harapan yang kukuh dan teguh.

Oleh itu dapatlah dikatakan bahawa mengingati mati bukanlah satu perbuatan yang menakutkan diri. Sebaliknya, mengingati mati adalah satu tindakan yang boleh menghilangkan segala ketakutan.

Orang yang sedar akan saat kematian akan bersiap sedia untuk menghadapinya dengan penuh yakin dan tabah. Ia akan lebih bergiat untuk menempuh hidupnya bagi mencapai keredhaan Allah baik di dunia mau pun di akhirat.

Rasulullah dan para sahabat baginda adalah orang yang paling banyak jasa terhadap bangsa dan tanah air serta yang paling hebat perjuangan dan jihadnya dalam hidup. Tetapi mereka tidak lupa untuk mengingati mati malah mereka adalah orang yang paling banyak mengingati mati.

Dari itu dapatlah dikatakan bahawa orang yang tidak mengingati mati adalah orang yang hidup dalam kerugian. Sesungguhnya mati akan mengunjungi sesiapa saja dan ia tidak mengenal pangkat atau darjat, kaya atau miskin, senang atau susah.

Keadaan ini jelas dinyatakan Allah dengan Firman Nya yang bermaksud:-

`Dimana saja kamu berada pasti mati men-datangi kamu sekali pun kamu bersembunyi di atas mahligai atau benteng yang paling kuat.’
(Surah An Nisa’: Ayat 78)

Susunan : Hashim bin Ahmad

__________________________________________________________________________________


Salam alaykum pengunjung sekalian.

Di kesempatan ini, cik mus'ab mohon agar kalian sedekahkan Al-fatihah untuk arwah nenek saudara cik mus'ab yang baru sahaja meninggal dunia tadi. ( 23 mei 2010 ) .



LinkWithin

Related Posts with Thumbnails
Powered by Blogger.